Beranda » BUKALAPAK Umumkan Hasil Keuangan Tidak Diaudit Kuartal Pertama 2024

BUKALAPAK Umumkan Hasil Keuangan Tidak Diaudit Kuartal Pertama 2024

Pencapaian pada kuartal pertama ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah BUKA.

by Hiru Muhammad
bukalapak

BISNISTIME,COM, JAKARTA,– Bukalapak (BUKA) mengumumkan hasil keuangan yang tidak diaudit untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2024.

“Pencapaian pada kuartal pertama ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah BUKA. Untuk pertama kalinya, kami meraih keuntungan berbasis EBITDA yang Disesuaikan per kuartal sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2024,” kata ujar Teddy Oetomo, Presiden Bukalapak dalam keterangan resminya Senin (29/4).

Menurutnya, hasil ini dicapai melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat, take rate yang terus meningkat—terutama di segmen Online to Offline (“O2O”)—serta upaya pengendalian biaya operasional yang efektif.

“Kami terus fokus untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan keuntungan yang berkelanjutan di kuartal-kuartal mendatang, terutama sepanjang tahun 2025, sambil terus memanfaatkan peluang pertumbuhan dalam bisnis Mitra Bukalapak, gaming, dan e-retail kami. Pencapaian ini adalah buah dari usaha dan fokus kami tersebut,” katanya.

Pendapatan inti—dihitung sebagai laba bersih yang dilaporkan tidak termasuk keuntungan/kerugian investasi, nilai tukar, goodwill, dan non-recurring items—mencapai Rp 185 miliar, meningkat pesat dibandingkan kerugian Rp 117 miliar yang dialami perusahaan pada kuartal pertama tahun lalu.

Basis modal, rasio modal, dan neraca keuangan BUKA tetap kuat dengan kas, setara kas, dan investasi likuid senilai Rp19,1 triliun. Pendapatan tumbuh sebesar 16 persen YoY pada kuartal pertama, dengan peningkatan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di segmen O2O.

Pertumbuhan segmen O2O yang sangat baik tersebut didorong oleh optimalisasi dari portofolio produk yang ditawarkan dan peningkatan ragam layanan dengan cakupan lebih luas untuk Mitra sehingga mendukung kesuksesan Mitra yang terus berlanjut. Sekitar 64 peren dari Total Processing Value (“TPV”) berasal dari luar wilayah Tier 1 di Indonesia, di mana BUKA terus melihat pertumbuhan kuat dalam semua penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi di antara toko ritel mikro offline. Segmen O2O sendiri mewakili 55 persen pendapatan BUKA di kuartal pertama.

Margin kontribusi BUKA secara keseluruhan, dihitung sebagai laba kotor setelah biaya penjualan dan pemasaran, meningkat dari Rp104 miliar di Kuartal Pertama 2023 ke Rp 124 miliar di Kuartal Pertama 2024. Margin kontribusi oleh segmen O2O sebagai persentase dari TPV naik 23 basis poin dari -0,10% dan kembali membawa angka positif untuk kedua kalinya sebesar 0,13 persen di Kuartal Pertama 2024.

Selanjutnya, pondasi ekonomi makro yang kuat dan kepercayaan konsumen yang tinggi membawa kami ke momentum positif di awal 2024 dengan tren bisnis menuju ke arah yang lebih baik. Perusahaan mengharapkan pendapatan dapat meningkat antara 15-20 persen YoY menjadi setidaknya Rp5.104 miliar, dengan EBITDA yang Disesuaikan diharapkan melebihi Rp 200 miliar di FY2024.

Model bisnis ini akan terus dijalankan dan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, kami terus berinvestasi dalam berbagai peluang pertumbuhan yang akan meningkatkan skala bisnis serta pendapatan dan margin dari waktu ke waktu.

Menitikberatkan pada empat divisi—Mitra, mobile & console game, ritel O2O, dan layanan
keuangan—komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam layanan bagi pelanggan terus menjadi kunci. Hal ini dilakukan melalui investasi dan inovasi dalam proposisi nilai pelanggan, menawarkan berbagai pilihan, pengalaman pengguna yang lebih baik di aplikasi, dan opsi pengiriman yang lebih baik.

Penting bagi kami untuk terus menjaga kedisiplinan dalam hal biaya. Terdapat penurunan signifikan dalam biaya umum dan administrasi pada kuartal pertama, turun 36% QoQ menjadi Rp208 miliar. Investasi di bidang teknologi adalah komponen utama dalam mendorong efisiensi biaya. Digitalisasi ini membantu kami untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna kami dan mengurangi waktu eksekusi transaksi.

dok foto: bukalapak

Rekomendasi Untuk Anda